Mediasenior|Bandarlampung|Sport|05042026
---- Tidak kurang 250-an peserta mengikuti Kejuaraan
Sepatu Roda Freestyle “Lampung Open
2025” yang diselenggarakan di sebuah pusat perbelanjaan di Bandarlampung pada
4-5 April 2026.
Kejuaraan ini diikuti klub-klub dan perkumpulan sepatu
roda dari Lampung, dan Sumsel, tidak kurang dari 15 tim dari berbagai klub.
Di kejuaraan ini mempertandingkan beberapa nomor yang
seluruhnya berbasis gaya bebas, Freestyle,
seperti Speed Slalom, Classic Slalom,
Battle Slide, Skatecross, Fish Slalom dan Classic Slalom Beginner.
Ini merupakan kejuaraan yang mayoritas diikuti para peserta usia muda.

Dalam kesempatan hadir di acara ini, ?Ketua KONI Lampung,
Taufik Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap kejuaraan ini.
“Kompetisi rutin adalah sarana penting bagi atlet untuk
menunjukkan hasil latihan dan meraih prestasi.?Kita berharap Perserosi Lampung
terus mengakomodir jadwal kejuaraan ke depan. Target besar kita adalah PON,
agar cabang sepatu roda tidak hanya mempertandingkan skateboard, tetapi juga nomor freestyle dan bisa menyumbang
medali," ujarnya.
Sementara itu ?Ketua Porserosi Lampung, Sibli Rais
menjelaskan bahwa dari tujuh nomor di bawah naungan Perserosi, untuk sementara
ini hanya Skateboard yang diakomodir
dipertandingkan di PON 2028.
“Sampai hari ini, kita semua tahu bahwa dalam kesepakatan
tuan rumah NTT-NTB dan DKI Jakarta sebagai provinsi penyangga sudah menetapkan
cabor yang akan dipertandingkan apa dan dimana. Namun bukan berarti nomor lain
dari Porserosi sudah tutup. Karena masih ada upaya untuk bisa tetap
dipertandingkan di PON 2028,” kata Sibli.
?Namun secara teknis, Pengprov Porserosi Lampung fokus dalam
jangka panjang diarahkan pada nomor Freestyle. Porserosi optimis nomor ini pasti
akan dipertandingkan secara resmi di PON 2032 saat Lampung menjadi tuan rumah
PON tersebut.
?"Maka dari itu, khusus persiapan PON XXIII / 2032, Insya
Allah kita siapkan tujuh nomor Freestyle. Karena untuk nomor-nomor freestyle, kita optimis bisa
berprestasi, karena talenta muda atlet kita, baik putra maupun putri, sangat
mumpuni. Target kita adalah medali emas,”kata Sibli.
Masih dalam target jangka panjang, maka melalui iven
seperti Lampung Open 2026 ini, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang siap
mengharumkan nama Lampung di kancah nasional, sekaligus mendesak pengurus pusat
agar nomor freestyle semakin diperbanyak dalam ajang multievent nasional. (tim)
Berikan Komentar