Mediasenior | Bandarlampung|Orado|12062026
— Citra permainan domino kini resmi bergeser dari sekadar aktivitas pengisi
waktu luang di pos ronda malam menjadi sebuah cabang olahraga prestasi yang
bergengsi dan diakui negara. Pergeseran kultur ini tampak nyata dalam gelaran
Kejuaraan Antarklub Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Lampung yang
diselenggarakan di Bandarlampung.
Ajang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang
Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) ini bukan sekadar
kompetisi biasa. Meja-meja pertandingan yang biasanya identik dengan suasana
santai di sudut kampung, kini bertransformasi menjadi arena penyaringan bakat
atlet profesional yang siap membawa nama harum Bumi Ruwa Jurai di kancah
nasional.
Danpomdam II/Sriwijaya Kolonel Cpm David Medion, selaku
Ketua Panitia Pelaksana, mengungkapkan bahwa pemilihan domino sebagai bagian
dari perayaan hari jadi POMAD didasari oleh sifat permainan ini yang sangat
merakyat. Domino dinilai memiliki kekuatan unik karena mampu melintasi
sekat-sekat status sosial di masyarakat.
Menurut Kolonel David, keterlibatan institusinya dalam
kejuaraan ini menjadi jembatan humanis untuk mempererat kedekatan antara
prajurit TNI dan rakyat. Melalui pendekatan yang penuh kebersamaan ini,
permainan meja dinilai efektif menjadi alat pemersatu bangsa sekaligus
membangun komunitas baru yang positif di tengah masyarakat.
Geliat sosial yang positif dari akar rumput ini mendapat
apresiasi tinggi dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
Lampung, Taufik Hidayat. Ia mengaku takjub melihat antusiasme luar biasa dari
masyarakat, bahkan saat cabang olahraga ini baru berproses masuk ke dalam
keanggonaan resmi KONI daerah.
"Tinggal bagaimana kita mengorganisirnya menjadi
olahraga prestasi yang membanggakan daerah. Kami berharap pengurus dapat segera
'tancap gas' mempersiapkan atlet-atlet terbaik demi mendulang juara di Pekan
Olahraga Nasional (PON) masa depan," ujar Taufik Hidayat.
Sementara itu, Ketua Pengprov Orado Lampung, Budi
Darmawan, menjelaskan bahwa pembinaan serius justru akan mengakar dari bawah.
Melalui klub-klub lokal, bakat-bakat alamiah yang biasa ditemukan di lingkungan
warga akan dihimpun, dibina secara terstruktur, dan didorong untuk bergabung di
bawah naungan Pengurus Cabang (Pengcab) maupun Pengprov.
Meskipun organisasi Orado baru seumur jagung sejak
dibentuk Januari lalu, mereka sudah mengantongi modal sosial dan prestasi yang
kuat. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pertama, salah satu dari dua wakil
Lampung berhasil menyabet Juara 3 Nasional.
Kini, dengan resminya pendaftaran Orado ke KONI Lampung,
mimpi para pemain domino tradisional untuk naik ke podium tertinggi bukan lagi
sekadar angan-angan. Orado Lampung secara realistis membidik peluang tampil
sebagai cabor eksibisi pada PON 2028, dan menargetkan medali emas penuh saat
Lampung dan Banten menjadi tuan rumah bersama pada PON 2032 mendatang. (**)
Berikan Komentar