Mediasenior/Bandar Lampung/Wushu/24062026
---- Pengurus
Provinsi Wushu Indonesia Lampung melakukan audiensi dengan KONI Lampung, Rabu
(24/6/2026), sekaligus memperkenalkan dua atlet muda berprestasi yang dinilai
menjadi simbol keberhasilan regenerasi olahraga wushu di Lampung.
Indra Halim yang akrab dipanggil Abun bersama pengurus
Pengprov Wushu Indonesia (WI) lampung diterima Ketua Umum KONI provinsi Lampung
dan punggawa lainnya, di ruang Ketum KONI gedung Sumpah Pemuda Way halim
Bandarlampung.
Dalam pertemuan tersebut, Pengprov Wushu Indonesia
Lampung memperkenalkan Gavriel Bryan Wijaya dan Terfi Meisea, dua atlet usia
muda yang telah menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional maupun
internasional. Kehadiran keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini
yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghasilkan talenta yang siap
bersaing di level dunia.
Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa
prestasi yang diraih para atlet muda tersebut menunjukkan Lampung memiliki
potensi besar sebagai salah satu lumbung atlet nasional.
“Prestasi mereka menjadi bukti bahwa Lampung memiliki talenta-talenta luar biasa yang mampu bersaing di tingkat internasional. Tugas kita sekarang adalah memastikan proses pembinaan dan regenerasi berjalan berkesinambungan sehingga prestasi ini tidak berhenti pada satu generasi saja,” ujar Taufik.

Level Asia
Generasi Wushu Lampung ini setidaknya sudah masuk ke
level Asean atau bahkan Asia. Salah satu atlet yang menjadi sorotan adalah Gavriel
Bryan Wijaya.
Atlet muda ini berhasil meraih medali emas pada nomor Chang Quan + Dao Shu di ASEAN Schools
Games 2025 di Brunei Darussalam pada November 2025.
Sementara itu, Terfi Meisea prestasinya semakin lengkap
setelah mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada World Junior Wushu
Championship 2026 di Tianjin, China belum lama ini.
Pada ajang kejuaraan itu, Terfi sukses meraih medali emas nomor Qiangshu Junior C serta medali perak nomor Jianshu Junior C.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa Lampung memiliki
stok atlet muda berkualitas yang siap dibina menuju level yang lebih tinggi.
Menurut Taufik, keberhasilan atlet-atlet muda tersebut
harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pembinaan berjenjang, mulai dari
usia dini, pelajar, hingga atlet elite. Ia menilai regenerasi merupakan faktor
utama dalam menjaga kesinambungan prestasi olahraga daerah.
“Pembinaan atlet usia dini harus menjadi perhatian
bersama. Regenerasi yang baik akan memastikan Lampung terus memiliki
atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah dan Indonesia di
berbagai kejuaraan internasional,” katanya.
Peran Banyak Pihak
Sementara itu, Indra Halim, mengungkapkan bahwa prestasi
yang diraih Gavriel dan Terfi merupakan hasil dari proses pembinaan jangka
panjang yang melibatkan pelatih, orang tua, klub, sekolah, serta dukungan
pemerintah daerah dan KONI.
Ia optimistis atlet-atlet muda yang saat ini sedang
dibina akan menjadi kekuatan utama Lampung pada berbagai ajang besar di masa
depan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di NTB-NTT.
“Regenerasi tidak bisa dilakukan secara instan.
Atlet-atlet muda yang saat ini berprestasi membutuhkan pembinaan yang konsisten
dalam enam hingga tujuh tahun ke depan agar dapat berkembang menjadi atlet
senior yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar
Indra.
Selain membahas pembinaan atlet muda, Pengprov Wushu
Indonesia Lampung juga melaporkan kesiapan menghadapi Porprov Lampung. Indra
menyebutkan antusiasme daerah cukup tinggi dengan rencana keikutsertaan 10
kabupaten/kota pada nomor pertandingan Taolu dan Sanda.
Ia berharap Porprov tidak hanya menjadi ajang perebutan
medali, tetapi juga menjadi sarana penjaringan bibit-bibit atlet baru yang
nantinya akan memperkuat tim Lampung pada berbagai kejuaraan nasional.
Dengan munculnya atlet-atlet muda berprestasi seperti
Gavriel Bryan Wijaya dan Terfi Meisea, Lampung dinilai memiliki pondasi kuat
untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga wushu.
Keberhasilan regenerasi ini menjadi modal penting bagi
daerah dalam mencetak atlet-atlet masa depan yang mampu mengibarkan Merah Putih
di panggung dunia.
“Kami juga terus berkonsenterasi pada pembinaan atlet yang siap tanding di PON
2028 maupun 2032, yang tentunya kelak sebagai tuan rumah, anak-anak akan
semakin semangat mempersiapkan diri dalam wakyu yang masih sangat cukup untuk
menjalankan program pembinaan dan pelatihan,” ujar Abun. (tim)
Berikan Komentar